banner

Selasa, 05 Juni 2012

Realistic Mathematic Education (RME)


Realistic Mathematic Education (RME)

            Matematika realistik pada dasarnya adalah pola belajar yang memanfaatkan realitas dan lingkungan yang dipahami siswa untuk memperlancar proses pembelajaran Matematika sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran Matematika secara lebih baik. Seperti halnya paradigma baru tentang belajar, pembelajaran Matematika realistik juga diperlukan upaya mengaktifkan siswa.
            Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan cara (1) mengoptimalkan keikutsertaan unsur-unsur proses belajar mengajar dan (2) mengoptimalkan keikutsertaan seluruh sense peserta didik. Salah satu kemungkinannya adalah dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk dapat menemukan atau mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang akan dikuasainya. Pembelajaran Matematika realistik lebih memusatkan kegiatan belajar pada siswa, lingkungan siswa dan bahan ajar yang disusun sedemikian rupa sehingga siswa dapat menghubungkan konsep Matematika dalam situasi dunia nyata. Peran guru lebih bersifat sebagai motivator dan fasilitator proses belajar bukan sebagai pengajar atau transformer pengetahuan. Hal ini berarti materi Matematika disajikan kepada siswa berupa suatu “proses” bukan sebagai barang jadi.
            Dalam pelaksanaannya, pembelajaran Matematika Realistik menganut lima prinsip utama yaitu: (1) penggunaan konteks senagai sumber belajar dalam menemukan ide Matematika dan secara bersamaan menerapkan ide tersebut, (2) menggunakan model produksi dan konstruksi siswa, (3) menolak proses yang mekanistik, saling terlepas dan tak bermakna, prosedur rutin dan bekerja secara indivisual, (4) siswa bukan penerima informasi tetapi subyek aktif dalam menemukan kembali,dan (5) menggunakan teori belajar yang relevan dan terkait.
            Beberapa kelebihan model pembelajaran Matematika realistik antara lain (1) melalui penyajian bahan pelajaran secara kontekstual pemahaman konsep matematika dapat meningkat dan bermakna, mendorang intensitas siswa dalam mempelajarai Matematika dan memahami keterkaitan Matematika dengan dunia sekitarnya; (2) siswa terlibat langsung dalam proses doing math sehingga mereka tiak takut belajar Matematika; (3) siswa dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalamannya dalam kehidupan sehari-hari dan mempelajari bidang studi lainnya; (4) memberi peluang pengembangan potensi dan kemampuan berfikir alternatif; (5) kesempatan cara penyelesaian problem Matematika dapat berbeda; (6) terjadi pertukaran pendapat, dan interaksi aktif antara guru dengan siswa, antara siswa dengan siswa, saling menghargai pendapat yang berbeda dan menubuhkan sikap positif; (7) siswa dapat mengikuti perkembangan Matematika sebagai suatu disiplin ilmu.
             Pembelajaran matematika realistik mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut:
1. Menggunakan konteks, artinya dalam pembelajaran matematika realistik lingkungan keseharian atau pengetahuan yang telah dimiliki siswa dapat dijadikan sebagai bagian materi belajar yang kontekstual bagi siswa.
2. Menggunakan model, artinya permasalahan atau ide dalam matematika dapat dinyatakan dalam bentuk model, baik model dari situasi nyata maupun model yang mengarah ke tingkat abstrak.
3. Menggunakan kontribusi siswa, artinya pemecahan masalah atau penemuan konsep didasarkan pada sumbangan gagasan siswa.
4. Interaktif, artinya aktivitas proses pembelajaran dibangun oleh interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan lingkungan dan sebagainya.
5. Intertwin, artinya topik-topik yang berbeda dapat diintegrasikan sehingga dapat memunculkan pemahaman tentang suatu konsep secara serentak.

·       Langkah-langkah Pembelajaran Matematika Realistik
Berdasarkan pada beberapa karakteristik dan prinsip pembelajaran matematika realistik, maka langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan dalam penelitian ini terdiri atas:
Langkah – 1. Memahami masalah kontekstual
Langkah – 2. Menjelaskan masalah kontekstual.
Langkah – 3. Menyelesaikan masalah kontekstual.
Langkah – 4. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
Langkah – 5. Menyimpulkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar